Saturday, 5 March 2011

Si Buta Mencari Cinta

Dalam perjalanan pertama,
Aku keluar dari desaku yang terperuk di pinggiran kota 
Di atas bas kecil sempit, aku bertemu dengan
seorang anak muda
Yang sungguh kacak bergaya
Tapi sayang, matanya buta.
Aku lantas duduk disebelahnya lalu bertanya,
"Adik mahu ke mana?"
Sepi, aku ulang bertanya lagi
"Adik mahu ke mana dengan matamu
keduanya buta?"
Dan masih..Dia tidak menjawab
melainkan hanya senyuman yang terukir dibibirnya.
Setelah beberapa ketika kami berjeda tanpa suara
Angin diluar bagai sengaja menyelak tirai gemawan
Dan aku terus tersilau, lantas marah pada terik mentari
yang tiba-tiba hadir
Tanpa diduga
"Ah, mengapa Tuhan mencipta mentari sebegini terik!?"
"Sebagai tanda cinta, bang.."
"Cinta apa yang menyilau mata?"
"Cinta yang meminta kita memejamkan mata buat
seketika, lantas berfikir tentang kekuasaanNya.."
Aku terkesima.
Namun ego seorang abang tetap ada..
Lalu aku berkata,
"Adik, kau tidak tahu makna rasa, apatah lagi erti cinta.
Sudahlah masih mentah, ada mata tapi
sayang, buta..."
Sungguh, dia masih tersenyum.
Mentari terus menyinar terang, lantas aku meminta..
"Adik, turunkan tirai itu."
"Abang bukannya manusia buta tak kenal rasa."
"Abang sudah lama kenal makrifat cinta"
"Adik, abang ni celik..bukannya buta!"
Dia senyum lagi, lantas bersuara..
"Abang pernah lihat bintang dan bulan purnama?"
"Pernahkah abang menjadi saksi akan kelamnya
ketika gerhana?"
"Apa yang abang tahu tantang nebula? Kepulan gas
kecil yang Allah tiupkan semilir..lalu membentuk bintang
paling terang menyinari alam!”
"Indahnya bang!!"
Aku hanya bisa menggeleng, mengeluh kesal.
"Kalau kau bukan orang buta, kau akan rasa bosan
dengan segalanya!"
Akan kau campakkan hatimu di pojok lesu
Akan kau humbankan dirimu di banir pohon layu
Akan kau benci melihat mentari
Purnama pun nanti tiada erti.
"Tipu, berdosa bang.."
Itu saja balasnya.
"Maka apa alasanmu orang buta? Mudah-mudah saja
kau gelar aku yang celik ni sebagai pendusta?"
"Melihat mentari bukan pada mata biasa
Tapi pada mata jiwa"
"Mengenal purnama itu bagai kita cuba mengenal
secebis kuasa Allah yang Maha Besar"
"Siapa kita bang? Melainkan manusia lemah
yang sering alpa?"
"Mentari terik yang abang marahkan itu yang
bakal merejam kita..."
"Abang perlu mencari titipan cinta pada
bintang penyeri malam..."
"Jangan sesekali angkuh pada Pencipta bang.
Nanti diri rosak binasa..”
Tiba-tiba dia bangun.
"Saya turun di sini ya.."
Aku diam bagai terkunci bicara.
"Dik, kau mahu ke mana?"
Dan ini jawapan anak muda yang buta kedua
Matanya itu,
"dicelah-celah bintang, silau mentari dan
indah bulan purnama. Jua pada kelam gerhana
yang mampir tiba-tiba. Saya, hamba Allah yang
kerdil buta ini mahu mencari sesuatu..bernama CINTA" 
~Editor:Mujahid91~

No comments:

Most Read Posts

Followers

Follow by Email

Aurat Oh Aurat!!

Aurat Oh Aurat!!